Belajar dari Keindahan Sawah

Banyak sekali pembelajaran menarik yang dapat dipetik saat berkunjung ke sawah. Hamparan padi hijau menutupi permukaan tanah dengan aneka fauna bercengkrama di dalamnya. Kodok, bangau, belut, burung hama dan belalang yang hinggap riang di atas dedaunan merupakan pemandangan lazim di ekosistem sawah. Selain fauna sawah, ada pula gulma atau tumbuhan liar yang berbagi kehidupan dengan padi yang dibudidayakan petani. Salah satu jenis gulma sawah terkenal adalah genjer yang menjadi sajian andalan warung masakan Sunda. Genjer tumbuh di sawah bersama eceng gondok, kiambang atau apu-apu dan Azolla. Mereka adalah tumbuhan berklorofil yang bertanggung jawab terhadap produksi oksigen di ekosistem tersebut.

Sawah nan hijau (Sri Nur Aminah, 2020)

Gulma sawah merupakan kompetitor sangat berbahaya untuk tanaman padi karena sifatnya cepat sekali berkembang biak. Tumbuhan liar alias gulma yang hidup di habitat darat dan air mampu menyerap nutrisi dengan cepat karena akarnya sangat panjang menghunjam permukaan bumi. Daunnya yang rimbun dan lebar menjadi penghalang cahaya matahari untuk tanaman padi melakukan fotosintesis. Ruang tumbuh sempit, kurang cahaya, nutrisi dan air (untuk tanaman tumbuh di darat) menyebabkan tanaman budidaya tumbuh merana karena kehadiran gulma.

Bagaimana cara mengelola keberadaan gulma di sawah?

Di dalam menulis atau menjelaskan tentang gulma, saya tidak suka menggunakan kata memberantas atau membunuh karena kesannya sangat kejam dan tidak berperikehidupan. Walaupun statusnya sebagai tumbuhan pengganggu di darat atau habitat basah khususnya sawah, gulma mempunyai hak hidup di permukaan bumi, walaupun suatu waktu tumbuhan itu bakal dihilangkan dari pandangan petani. Sebelum mengendalikan suatu jenis gulma, sangat perlu dilakukan skrining tentang aktivitas dan potensinya di alam. sebagai contoh, genjer yang tumbuh di sawah dan dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. SEcara umum genjer berkompetisi dengan tanaman padi, namun di sisi lain potongan daun genjer yang ditumis dengan bawang dan cabai menjadi lauk sedap saat santap siang. Supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi, genjer dapat tetap dipertahankan keberadaannya dengan cara dilokalisir di suatu tempat tertentu dan dihindarkan dari penyemprotan pestisida kimiawi. Jika genjer yang akan dikonsumsi tercemar pestisida, berarti anda telah menggali lubang kubur untuk pelanggan warung makan tempat genjer itu menjadi masakan favorit yang selalu dicari oleh penggemarnya. Beberapa cara ramah lingkungan dalam mengelola keberadaan gulma adalah: mengendalikan gulma secara mekanis (menggunakan tangan atau alat bantu lainnya) dan memanfaatkan faktor fisik (penggenangan atau pengeringan gulma). Pemanfaatan faktor fisik berasal dari alam yaitu: cahaya matahari, api dan air mampu menghindarkan petani dari tumbuhan pengganggu yang tidak diinginkan (srn).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *